Kamis, 26 Januari 2012

Ijazah Palsu, Politisi Demokrat Ditangkap

VIVAnews - Setelah buron selama tiga bulan dalam kasus ijazah palsu, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sukabumi akhirnya ditangkap polisi.

Setelah sebelumnya, HH, anggota DPRD dari Partai Demokrat terus menerus mangkir dari panggilan Polresta Sukabumi. Hingga akhirnya, polisi mengeluarkan surat panggilan paksa terhadap HH.

HH berhasil ditangkap di Kawasan gang Gelatik, Gotong Royong, Jalan Bayangkara Kota Sukabumi.

"Setelah melihat tersangka di sebuah rumah, anggota langsung melakukan penahanan paksa,” ujar Kapolresta Sukabumi AKBP Witnu U Laksana kepada VIVAnews.com, Kamis 26 Januari 2012.

Diketahui, rumah di gang Gelatik, Gotong Royong, Jalan Bayangkara, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi adalah kediaman C. C diduga sebagai orang yang membantu HH untuk membuat copy ijazah palsu yang digunakan dalam Pemilu 2009. Hingga akhirnya HH terpilih sebagai anggota DPRD Kota Sukabumi periode 2009-2014 dari Partai Demokrat.

Witnu menambahakan, saat ini HH sedang dalam proses pemeriksaan di ruang Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Sukabumi. HH ditanyai berbagai pertanyaan, terutama terkait pelariannya hingga tiga bulan. Hingga berita ini diturunkan, HH masih berada dalam pemeriksaan Reskrim Polresta Sukabumi.

HH diduga memalsukan ijazah dengan modus membuat plagiat ijazah milik Asep Supriadi. HH menggganti nama Asep dan mengganti fotonya dengan foto HH dan kemudian menyalin ulang ijazah itu. Ijazah asli dikeluarkan dari sebuah madrasah di Kabupaten Cianjur. Saat diusut, HH ternyata tidak terdaftar sebagai siswa di madrasah itu.

Akibat penggunaan ijazah palsu dalam Pemilu 2009 itu, HH dilaporkan oleh tokoh LSM Sapiyudin dan pemilik ijazah, Asep Supriadi.

HH didakwa pasal 263 KUHP karena terdakwa dengan sadar telah memalsukan ijazah demi kepentingannya untuk lolos dalam pemilihan anggota DPRD kota Sukabumi.
Akibat perbuatannya ini, HH pun terancam hukuman penjara hingga 6 tahun, dan terancam dipecat dengan tidak hormat sebagai anggota DPRD Kota Sukabumi.

Narsisme Lebih Berbahaya Bagi Pria

VIVAnews - Anda sangat mencintai diri sendiri? Jika Anda berjenis kelamin pria, maka kesehatan bisa jadi taruhannya. Bagi pria, sifat yang dikenal dengan sebutan narsis ini, diketahui berkaitan erat dengan stres yang berdampak buruk pada kesehatan tubuh.

Ini merupakan hasil studi yang dilakukan tim dari University of Virginia, Amerika Serikat. Tim peneliti menganalisis 106 responden mahasiswa dan mahasiswi, yang rata-rata berumur 20 tahun.

Mereka diberikan 40 pertanyaan yang disebut Narcissistic Personality Inventory. Pertanyaan terdiri dari lima komponen yang berbeda dari narsisme. Sifat ini biasanya ditandai dengan kepercayaan diri tinggi, cenderung meremehkan orang lain dan memiliki sedikit empati.

Peneliti juga mengukur level kortisol, yaitu hormon yang memengaruhi tubuh untuk merespon stres. Level kortisol yang tinggi sangat berhubngan dengan stres psikologis. Dengan mengombinasikan data, peneliti menemukan, pria yang komponen narsisme dalam kategori tidak sehat, level kortisolnya cukup tinggi.

"Meskipun seseorang yang bersifat narsis memiliki rasa percaya diri tinggi, mereka sebenarnya rapuh. Kerapuhan ini membuat mereka memberlakukan strategi defensif, ketika rasa superioritasnya terancam, kata David Reinhard, peneliti dan psikolog dari University of Virginia, seperti dikutip dari cbsnews.com.

Sifat defensif dan keinginan besar untuk mempertahankan superioritas, menurut Reinhard, diketahui sebagai pemicu darah tinggi. Kondisi ini terjadi ketika seseorang berada dalam level stres kronis.

"Narsisme sangat suka mengontrol, perfeksionis dan selalu mencari situasi dengan tekanan tinggi. Dalam kondisi ini level kortisol sangat tinggi," kata Dr. Mark Russ, kepala pelayanan psikiatri di Zucker Hillside Hospital, New York.

Lalu, mengapa narsisme cenderung berdampak buruk pada kesehatan pria? Peneliti memperkirakan hal ini karena definisi sosial dari maskulinitas. Yaitu menandakan sikap arogansi atau dominasi, yang mungkin memainkan peran.